Selasa, 30 Desember 2014

Bebas dari Belenggu Setan | Syaikh Abdul Qadir Jailani

Naas dan celakalah orang yang meninggalkan Allah, lalu taat kepada setan dan anak turunannya. Jika ia tidak segera bertaubat dan mengoreksi diri, serta berusaha kuat untuk bebas dan lepas dari jerat belenggunya, ia pasti akan masuk neraka untuk selama-lamanya bersama setan.

Untuk terbebas dari belenggu setan, siapa pun harus meninggalkan jaringan persahabatan dan pertemanan keji, perilaku-perilaku busuk, dengan para penyeru jalan kesesatan, dan bala tentara setan. Setelah itu, ia harus kembali kepada Allah, senantiasa taat kepada-Nya, bergaul dengan para ulama dan kaum arif sejati yang senantiasa mengajak ke jalan Allah, mendambakan-Nya, mengharap karunia Allah dan takut akan murka-Nya.

Kemudian bersikap zuhud terhadap dunia dan bersemangat menggapai kehidupan akhirat, rajin mengerjakan shalat malam dan berpuasa, menyesali kebaikan-kebaikan yang terlewat dari dirinya, bertekad mengerjakan kebaikan setiap saat, bertaubat dari segala dosa dan kesalahan, tawakal kepada Tuhan pencipta langit dan bumi, yakin sepenuhnya dengan Tuhan seluruh makhluk setiap saat, beribadah kepada Allah, siang ataupun malam.

Mereka inilah yang selamat dari segala belenggu dan rantai setan, petaka-petaka dunia, dan kengerian neraka, sebab mereka menolak tunduk pada setan, dan memilih patuh kepada Allah Sang Maha Penyayang dalam kesendirian maupun keramaian.

Demikianlah Allah Yang Maha Membalas akan senantiasa membalas siapa pun dengan kebaikan, sebagaimana firman-Nya : Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberi mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati; dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra (QS. Al-Insan [76]:11-12).

Dalam firman-Nya yang lain : Sesungguhnya orang-orang bertaqwa berada di taman-taman dan sungai-sungai; di tempat yang disenangi di sisi Tuhan yang berkuasa (QS. Al-Qamar [54]:54-55). Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga (QS. Ar-Rahman [55]:46).

Allah menyatakan bahwa hamba yang terkena guna-guna setan setelah ketaqwaannya dalam firman : Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ketika ditimpa was-was setan, lalu ingat kepada Allah, maka seketika itu juga mereka akan melihat kesalahan-kesalahannya (QS. Al-A’raf [7]:201).

Demikianlah, penyembuh dan pemurni hati yang telah tersentuh setan tidak lain adalah dzikir. Dengan berdzikir, hilanglah segala noda penutup, kegelapan, dan kelalaian di dalam hati, dan lenyap pula segala kegundahan dan kesusahan.

Dzikir adalah kunci ketaqwaan dan kesucian jiwa. Sementara ketaqwaan adalah pintu akhirat, sebagaimana hawa nafsu merupakan pintu dunia. Demikianlah Allah berfirman, Dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:63). Sebab dengan dzikir manusia akan bertaqwa.[]

(* Sumber : Tafsir Al-Jailani; Majalis fi Mawa’izh al-Qur’an wa al-Alfazh al-Nubuwwah; Syaikh Abdul Qadir Jailani)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar