Selasa, 30 Desember 2014

Pokok ajaran tasawuf (2)

Dr Ahmad Alusy berkata : terkadang sebagian orang bertanya-tanya tentang sebab tidak munculnya nama atau istilah ini kecuali setelah masa para Sahabat dan Tabi’in ? maka jawaban dari pertanyaan tsb adalah ,pada masa-masa pertama keislaman ,perkara semacam itu tidaklah dibutuhkan ,sebab mereka adalah orang-orang yang bertaqwa dan sifat wara’ yang tinggi ,orang-orang yang dengan sepenuh hati menjalankan perintah Allah , dan orang-orang yang Ahli Ibadah ,dengan dorongan keinginan yang murni dan tabia’at dari diri mereka ,dan secara langsung mereka adalah orang-orang yang mempunyai hubugan dekat dengan Rasulullah s.a.w. ,mereka adalah orang-orang yang berlomba-lomba untuk mengikuti Rasulullah s.a.w. didalam keseluruhan kehidupan mereka ,maka tidak dibutuhkan sesuatu untuk membimbing mereka dalam suatu ilmu ,yang mereka sudah melaksanakanya dengan pasti ,perumpamaan mereka adalah seperti perumpamaan orang Arab asli ,yang mengetahui bahasa arab melalui warisan dari datuk-datuk mereka ,hingga mereka fasih dalam bersajak ,bersyair ,dan membikin kata-kata yang sangat indah ,tanpa mengetahui qaidah di dalam bahasa arab .

 

Begitu pula para Sahabat dan Tabi’in ,walaupun mereka tidak menamakan diri mereka sebagai ahli tasawuf ,mereka adalah orang-orang yang berperilaku layaknya orang sufi sebenarnya ,walaupun mereka tidak memakai nama Tasawuf .

 

Dan tidak ada yang dimaksudkan didalam ilmu Tasawuf kecuali adalah ,kehidupan seseorang untuk Tuhanya ,bukan untuk dirinya ,dan merasakan kenikmatan hidup dengan Zuhud dan Ibadah ,dan menghadap kepada Allah dengan ruh dan hatinya ,didalam semua waktu dan kesempurnaan-kesempurnaan amalan yang baik ,sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat dan Tabi’in untuk naiknya ruh menuju derajat yang tinggi dan mulia , maka tidaklah cukup bagi mereka hanya dengan mengakui keyakinan dan keimanan dan menjalankan kewajiban-kewajiban perintah Islam ,akan tetapi mereka menyertainya pengakuan iman itu dengan tadzawuq (merasakan) serta menemukan keimanan mereka , mereka juga menambahkan amalan-amalan Ibadah Sunnah yang dianjurkan Rasulullah s.a.w. ,dan menjauhkan diri dari perkara yang makruh ,terlebih-lebih perkara-perkara yang Haram ,hingga dengan itu semua mata batin mereka bersinar dan muncul sumber-sumber hikmah dari hati-hati mereka .Dan begitu pula yang dilakukan oleh para Tabi’in ,dan Tabi’i at-tabi’in .dan tiga generasi inilah paling bagusnya generasi didlam Islam secara muthlak , dan kabar itu telah disampaikan oleh Rasulullah s.a.w. di dalam haditsnya : sebaik-baik masa adalah masaku ini ,lalu masa yang sesudahnya dan masa yang sesudahnya .

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar