Rabu, 31 Desember 2014

Sejarah Munculnya Ilmu Tasawuf


Adapun perjalan sejarah munculnya Ilmu tasawuf ,sebagaimana diketahui didalam fatwa Al-Imam Al-hafidh as-sayyid Muhammad Sodiq Al-Gumary ,Ia telah ditanya tentang siapa yang pertama kali mendirikan Ilmu tasawuf ? apakah dengan wahyu yang turun dari atas langit (samawi) ?

 

Lalu Ia pun menjawab ,Adapun yang pertama kali mendirikan thariqah Ilmu Tasawuf , ketahuilah terlebih dahulu bahwa thariqah ilmu tasawuf ini telah didirikan melalui wahyu samawi dari bahagian agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad ,karena tanpa diragukan lagi kepastianya ,ilmu tasawuf ini merupakan Maqam Al-Ihsan yang merupakan salah satu rukun agama yang tiga ,yang telah disebutkan oleh nabi s.a.w. setelah menjelaskan satu persatu tentang masalah agama ,dengan perkataan Beliau “ini adalah Jibril a.s. yang telah datang pada kalian untuk mengajarkan agama kalian” .dan yang dimaksudkan adalah Maqam Islam Iman dan Ihsan ,maqam Islam adalah bentuk Taat dan Ibadah ,maqam Iman adalah Nur (cahaya) hidayah dan aqidah ,dan maqam Ihsan adalah bentuk muraqabah (pengawasan) dan muraqabah (penyaksian )…”engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya ,jika engkau tak mampu melihatnya maka sesungguhnya Dia (Allah) melihatmu . 

 

Lalu Sayyid Muhammad Sodiq Al-Ghumary berkata didalam tulisanya tsb : maka sebagaimana disebutkan didlama Hadits ,Agama adalah Ibarat dari adanya tiga rukun…Islam Iman dan Ihsan .siap yang tidak mempunyai maqam ini (Ihsan) didalam agamanya ,maka agamanya dipastikan berkurang (tidak sempurna) ,karena meninggalkan salah satu daripada rukunya . dan puncak daripada segala cara (thariqah) ,serta tujuanya adalah mencapai maqam Al-Ihsan setelah penyempurnaan Islam dan Iman . (al-aintishar li thariq as-shufiyah . hal 6)

 

Pendapat Ibn Kholdun

 

Ibnu Kholdun berkata :

 

وقال ابن خلدون في تعريف التصوف : العكوف على العبادة والانقطاع إلى الله تعالى والإعراض عن زخرف الدنيا والزهد فيما يقبل علية الجمهور من لذة ومال وجاه والانفراد عن الخلق في الخلوة للعبادة )مقدمة ابن خلدون دار القلم ص 467

Fokus didalam Ibadah ,dan memusatkan segala sesuatunya menuju Allah s.w.t. ,berpaling dari keindahan Dunia dan perhiasanya , berzuhud atas kelezatan serta ni’mat Duniawi dan jabatan , seperti apa yang dirasakan oleh kebanyakan manusia ,dan mengasingkan diri dari kesibukan dengan manusia ,berkholwat untuk memperbanyak Ibadah kepada Allah s.w.t.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar